Sampai sahaja di rumah petang tadi, semua datang menerkam di depan pintu. Belum sempat buka kasut, baby dah minta didukung. Si adik sibuk bercerita harinya, si abang sibuk bertanya kenapa daddy asyik tinggalkan dia.
Lalu didukung si baby dan melayan cerita si adik.
“Daddy, nah”
Terus dia berikan lukisan tersebut dan berlari ke belakang sofa menyembunyikan diri. Saya pun perhatikan segala perincian di dalam lukisannya. Saya faham apa yang cuba disampaikannya.
“Abang, meh sini kejap. Ceritalah pada daddy abang lukis apa ni?”
Dengan senyum dia datang menghampiri. Seolah risau untuk bercerita kepada saya. Saya usap-usap kepalanya dan minta dia bercerita.
“That is you, a Superdaddy.”
“Ehh, kenapa daddy kena jadi super dan pakai cape?”
“People say that you’re a Superdaddy because you have power and you take care of us. Thats why I draw you like that. Superman have cape, you super too. I love you, daddy.”
“Aahhhh, thank you, I love you too. How about this one?”
“Ohh that is a picture frame. That is you crying, because you miss mommy. That is me hug you. I am sad, I miss my mommy too. Adik hold baby hand because baby want to go to mommy’s grave.”

Usai, dia berlari kembali ke meja dan sambung melukis “heart shape hot air balloon” supaya dia dapat terbang bersama daddy.
Begitulah.







Leave A Reply