Setiap kali pandang wajah anak-anak ketika tidur, datang rasa bahagia. Walaupun penat, walaupun tengah susah atau berserabut, tetap rasa bahagia.
Kadang-kadang rasa sangat kasihan pada anak yang ketika umur begini sudah kehilangan ibu. Sedih tengok bila kena marah maka masing-masing akan tunduk memandang lantai, tiada lagi tempat mengadu seperti dulu.
Kalau menangis maka akan diminta ibunya.
“Nak mommy, nak mommy” dengan penuh esakan.
Bila malam-malam begini rasa kesal pun datang. Tapi bila tak marah pun tak boleh juga, tak berkeras pun tak boleh juga, jadi kena seimbang. Ada kala kena puji dan pujuk dan ada kala kena marah dan berkeras.
“I don’t love you anymore”, kata Khaleef.
“I don’t want to friend with you anymore”, kata Khaleel.
Begitulah.
Tetapi bila dia nak tidur dia lupalah semuanya. Marah dan rajuknya terus hilang bila digomol, dipeluk dan dicium.
“I love you daddy. I love adik and baby and mommy too”, kata Khaleef
“I love you daddy and my mommy and abang and baby and maktok and tokwan and makngah and…”, kata Khaleel habis disenaraikan semua orang yang dia sayang.
“I love you guys too, to the moon and back.”
“Why you have to go to the moon, daddy?”
Haa sudah.
Sesungguhnya, di dalam kekurangan ini saya bahagia.
Alhamdulillah.







Leave A Reply