“Daddy, why we reach home already night time? We’re late today?”
“Yer abang, daddy sibuk sikit hari ni, sebab tu lambat. Sorry yer.”
“Ohh its ok daddy. You have to work to find money, right?”
“Yes.”
“So that you can buy food for me and adik and baby, right?”
“Exactly.”
“So you can buy us toys too, right?”
Haaaa..pandailah kau.
Muka dia senyum cheeky sampai mata terpejam.
Begitulah.
Dialog begitulah yang membuatkan saya tabah meneruskan tanggungjawab ini.
Melihat 3 beradik ini sihat dan ceria adalah sesuatu yang sukar diungkap dengan kata-kata.
Biarpun penat, biarpun lelah, semuanya hilang bila melihat wajah mulus mereka.
Biarpun dalam kekusutan, biarpun dalam kesulitan semuanya terbang bila melihat senyum dan hilai tawa mereka.
Itulah anak.
Sebagai ibu atau bapa, kita dikurniakan sebuah perasaan yang sukar digambarkan tentang kasih dan sayangnya kita pada mereka.
Betapa sebenarnya kita itu cinta.
.
Hanya kita yang mengetahuinya.
Hanya kita yang merasainya.
Hanya kita yang menikmatinya.
.
Itulah kurnia dari yang Esa.
.







Leave A Reply